GAMBARAN UMUM KECAMATAN KUTASARI

Kondisi Geografis

Kecamatan Kutasari adalah salah satu kecamatan dari 18 Kecamatan di Kabupaten Purbalingga yang terletak di bagian utara dan berjarak ± 6,4 km dari ibukota Kabupaten. Kecamatan Kutasari terdiri dari 14 (empat belas) desa/kelurahan, 62 (enampuluh dua) dusun dengan rincian 115 Rukun Warga (RW) dan 263 Rukun Tetangga (RT). Kecamatan Kutasari memiliki luas wilayah 3.350 Ha yang terdiri dari lahan sawah 1.927 Ha dan non sawah: 1.423 Ha.

Secara administrasi, batas wilayah Kecamatan Kutasari yaitu sebagai berikut :

  • Utara : Kecamatan Mrebet
  • Selatan : Kecamatan Purbalingga
  • Timur : Kecamatan Bojongsari
  • Barat : Kecamatan Padamara

Data Luas Wilayah Desa/Kel, Jumlah Dusun, RW dan RT Kecamatan Kutasari Tahun 2024

No.

Desa/Kel Luas Wilayah (ha) Jumlah
Dusun RW

RT

1.

Karanglewas 106 4 6

14

2.

Munjul 136 4 6

16

3.

Karangklesem 142 3 6

15

4.

Kutasari 179 5 10

21

5.

Sumingkir 200 5 10

25

6.

Meri 177 5 7

17

7.

Karangreja 287 5 12

24

8.

Karangaren 74 2 2

5

9.

Limbangan 216 4 10

20

10.

Cendana 616 5 8

18

11.

Candiwulan 349 5 9

22

12.

Karangcegak 424 5 10 25

13.

Candinata 492 5 12

24

14.

Karangjengkol 382 5 5

17

Sumber: BPS Kabupaten Purbalingga Tahun 2024

Kondisi Umum Demografi

Jumlah penduduk Kecamatan Kutasari  tercatat sebanyak 69.417 jiwa, terdiri dari laki-laki 35.383 jiwa ( 50,97 %) dan perempuan 34.034 jiwa ( 49,028 %). Secara rinci jumlah penduduk Kecamatan Kutasari per desa/kelurahan pada tahun 2024 sebagaimana tabel berikut :

Jumlah Penduduk Kecamatan Kutasari Tahun 2024

No.

Desa/Kel Penduduk
Laki-Laki Perempuan Jumlah  
1. Karanglewas 1.450 1.411 2.861  
2. Munjul 2.005 1.885 3.890  
3. Sumingkir 2.807 2.709 5.516  
4. Meri 2.217 2.066 4.283  
5. Kutasari 2.743 2.662 5.405  
6. Karangklesem 1.790 1.764 3.554  
7. Karangreja 3.507 3.444 6.951  
8. Karangaren 828 795 1.623  
9. Limbangan 2.450 2.396 4.846  
10. Cendana 2.919 2.794 5.713  
11. Candiwulan 3.116 3.003 6.119  
12. Karangcegak 3.810 3.619 7.429  
13. Candinata 3.340 3.159 6.499  
14. Karangjengkol 2.401 2.327 4.728  
  Jumlah 35.383 34.034 69.417

Sumber: BPS Kabupaten Purbalingga Tahun 2024

Pada tahun 2024 laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Kutasari yaitu sebesar 1,54 % dengan penduduk paling banyak berada di Desa Karangreja dan penduduk yang paling sedikit berada di Desa Karangaren.

Selama kurun waktu tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 jumlah penduduk Kecamatan Kutasari mengalami penambahan sebanyak 4.929 jiwa, dengan rincian sebagai berikut :

Jumlah Penduduk Kecamatan Kutasari Tahun 2020-2024

No. Desa/Kel 2020 2021 2022 2023 2024
1. Karanglewas 2.686 2.781 2.762 2.861 2.861
2. Munjul 3.767 3.716 3.792 3.834 3.890
3. Sumingkir 3.363 3.361 3.453 3.502 5.516
4. Meri 5.211 5.149 5.265 5.342 4.283
5. Kutasari 5.143 5.163 5.329 5.437 5.405
6. Karangklesem 4.026 3.997 4.158 4.214 3.554
7. Karangreja 6.504 6.597 6.737 6.867 6.951
8. Karangaren 1.494 1.579 1.566 1.601 1.623
9. Limbangan 4.437 4.488 4.601 4.735 4.846
10. Cendana 5.167 5.253 5.388 5.593 5.713
11. Candiwulan 5.643 5.732 5.898 6.048 6.119
12. Karangcegak 6.883 7.020 7.141 7.324 7.429
13. Candinata 5.864 6.025 6.187 6.357 6.499
14. Karangjengkol 4.300 4.734 4.544 4.650 4.728
  Jumlah 64.488 65.235 66.821 68.365 69.417

Sumber: BPS Kabupaten Purbalingga Tahun 2024

Jumlah Penduduk Kecamatan Kutasari mengalami kenaikan dari tahun ke tahun mulai dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Purbalingga Tahun 2024, Kecamatan Kutasari dalam rentan waktu 5 (lima) tahun mengalami pertambahan pendudukan sebanyak 69.417 jiwa yang mana jumlah tersebut berasal dari akumulasi pertambahan penduduk pada 14 (empat belas) desa yang berada di wilayah Kecamatan Kutasari yang dijabarkan sebagai berikut: pada desa Karanglewas dari tahun 2020 sampai dengan 2024 mengalami pertambahan penduduk sejumlah 175 jiwa. Desa munjul mengalami pertambahan penduduk baik laki-laki maupun perempuan sebanyak 123 jiwa. Desa Kutasari dalam kurun waktu 5 tahun mengalami kenaikan jumlah penduduk sebanyak 262 jiwa. Desa Karangreja mengalami kenaikan sebanyak 447 jiwa. Desa Karangaren mengalami kenaikan sebanyak 129 jiwa. Desa Limbangan naik sejumlah 409 jiwa. Desa Cendana mengalami kenaikan jumlah penduduk sebesar 546 jiwa. Desa Candiwulan mengalami kenaikan sebesar 476 jiwa. Desa Karangcegak mengalami kenaikan sejumlah 546 jiwa. Desa Candinata mengalami kenaikan sebanyak 635 jiwa. Desa Karangjengkol mengalami kenaikan sejumlah 428 jiwa. Kemudian desa Sumingkir mengalami pertumbuhan penduduk yang paling banyak dari desa-desa lain di Kecamatan Kutasari yaitu sejumlah 2.153 jiwa dalam kurun waktu 5 tahun. Tetapi ada beberapa desa yang mengalami pengurangan jumlah penduduk yaitu desa Meri dan desa Karangklesem yang masing-masing pengurangan jumlah penduduk sebesar 928 jiwa dan 472 jiwa dari tahun 2020 sampai dengan 2024.

Kondisi Sosial Ekonomi dan Pemerintahan

  1. Sarana Pendidikan dan Kesehatan

Ketersediaan dan kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan sangat penting untuk efektivitas dan efisiensi proses belajar-mengajar dan pelayanan kesehatan di kecamatan. Dilihat dari kuantitasnya, jumlah sarana Pendidikan dan kesehatan di Kecamatan Kutasari terdiri dari:

Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Kutasari Tahun 2024

No. Desa/Kel Jumlah
PAUD SD/MI SMP/MTs SMA/SMK/MA
1. Karanglewas 1 2    
2. Munjul 2 2 1  
3. Karangklesem 2 3    
4. Kutasari 4 4    
5. Sumingkir 1 3    
6. Meri 1 2   2
7. Karangreja 4 3   1
8. Karangaren 1 1    
9. Limbangan 2 2    
10. Cendana 1 4 1  
11. Candiwulan 2 4 1  
12. Karangcegak 1 2    
13. Candinata 2 2    
14. Karangjengkol 1 3 1  

Sumber: BPS Kabupaten Purbalingga Tahun 2024

 

Jumlah Sarana Kesehatan di Kecamatan Kutasari Tahun 2024

No. Desa/Kel Jumlah
RS Puskesmas Puskesmas Pembantu Poliklinik/ Balai Pengobatan Tempat Praktik Dokter Apotek Posyandu
1. Karanglewas         2   4
2. Munjul             6
3. Sumingkir             6
4. Meri       1     5
5. Kutasari   1     1 2 8
6. Karangklesem             3
7. Karangreja           1 7
8. Karangaren           1 3
9. Limbangan         1   7
10. Cendana             6
11. Candiwulan         2 1 5
12. Karangcegak     1       9
13. Candinata           1 9
14. Karangjengkol             6

Sumber: BPS Kabupaten Purbalingga Tahun 2024

  1. Status Desa

Dalam pengukuran status desa oleh Kemeterian Desa, terdapat lima klasifikasi status desa dalam Indeks Desa Membangun (IDM) yang meliputi (1) Desa Sangat Tertinggal; (2) Desa Tertinggal; (3) Desa Berkembang; (4) Desa Maju; dan (5) Desa Mandiri. Status desa di Kecamatan Kutasari terdiri dari 11 (sebelas) desa dengan status maju dan 1 (satu) desa dengan status desa berkembang. Secara rinci status desa di Kecamatan Kutasari dapat dilihat pada tabel berikut.

 

Status Desa Kecamatan Kutasari Tahun 2024

No. Desa/Kel IKS IKE IKL Nilai IDM Status Desa
1. Karanglewas 0,8857 0,7833 0,8 0,823 MANDIRI
2. Munjul 0,7714 0,7167 0,9333 0,8071 MAJU
3. Karangklesem 0,8229 0,7167 0,6667 0,7354 MAJU
4. Kutasari 0,8 0,7833 0,8667 0,8167 MANDIRI
5. Sumingkir 0,7943 0,7333 0,6 0,7092 MAJU
6. Meri 0,8 0,5833 0,9333 0,7722 MAJU
7. Karangreja 0,8057 0,65 0,8 0,7519 MAJU
8. Karangaren 0,7657 0,5 0,9333 0,733 MAJU
9. Limbangan 0,7714 0,5833 0,8 0,7183 MAJU
10. Cendana 0,7543 0,4667 0,8 0,6737 BERKEMBANG
11. Candiwulan 0,7829 0,7 0,9333 0,8054 MAJU
12. Karangcegak 0,8114 0,65 0,8667 0,776 MAJU
13. Candinata 0,76 0,55 0,8667 0,7256 MAJU
14. Karangjengkol 0,7257 0,5667 0,9333 0,7419 MAJU

 

Sumber: Kemendes Tahun 2024

 

  1. Kemiskinan

Secara umum, kemiskinan merupakan kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak- hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Jumlah penduduk miskin desil 1 tahun 2024 di Kecamatan Kutasari dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel Jumlah Penduduk Miskin Desil 1 Kecamatan Kutasari

Tahun 2024

 

No. Desa Jumlah Penduduk Miskin Desil 1
1. Karanglewas 476
2. Munjul 310
3. Karangklesem 756
4. Kutasari 818
5. Sumingkir 1.001
6. Meri 859
7. Karangreja 1.875
8. Karangaren 148
9. Limbangan 696
10. Cendana 974
11. Candiwulan 1.239
12. Karangcegak 1.372
13. Candinata 1.783
14. Karangjengkol 1.697

 

  1. Stunting

Stunting adalah gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi, di mana dalam jangka pendek dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik pada anak. Sementara, dalam jangka panjang, dampak stunting adalah sebagai berikut: kesulitan belajar, penyakit jantung dan pembuluh darah. Terdapat 14 (empat belas) desa yang memiliki prevalensi stunting di Kecamatan Kutasari dengan rincian sebagai berikut.

 

 

Tabel 2.8

Prevalensi Stunting Kecamatan Kutasari Tahun 2024

No. Desa Jumlah Balita Sangat Pendek dan Pendek Jumlah Stunted Prevalensi Stunting
1. Karanglewas 151 24 24 0,01
2. Munjul 231 34 34 0,016
3. Karangklesem 239 42 42 0,02
4. Kutasari 257 27 27 0,015
5. Sumingkir 324 37 37 0,019
6. Meri 280 41 41 0,019
7. Karangreja 353 56 56 0,022
8. Karangaren 99 20 20 0,008
9. Limbangan 352 66 66 0,025
10. Cendana 431 76 76 0,037
11. Candiwulan 387 68 68 0,024
12. Karangcegak 505 97 97 0,043
13. Candinata 486 98 98 0,043
14. Karangjengkol 288 56 56 0,022
Jumlah 4383 742 742 0,323

 

  1. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Badan Usaha Milik Desa adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa, serta dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes sebagai suatu lembaga ekonomi modal usahanya dibangun atas inisiatif masyarakat dan menganut asas mandiri. Hal ini berarti pemenuhan modal usaha BUMDes harus bersumber dari masyarakat. Pendirian dan pengelolaan BUMDes adalah perwujudan dari pengelolaan ekonomi produktif desa yang dilakukan secara kooperatif, partisipatif, emansipatif, transparansi, akuntabel dan sustainabel. Oleh karena itu, perlu upaya serius untuk menjadikan pengelolaan BUMDes dapat berjalan secara mandiri, efektif, efisien, dan profesional. Kecamatan Kutasari memiliki 14 (empat belas) BUMDes, dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 2.9

Profil Bumdes Kecamatan Kutasari

No. Nama Alamat Jenis Usaha Keterangan Desa/

Kecamatan

1.

 

BUM DESA MITRA SEJAHTERA KARANGLEWAS KARANGLEWAS perdagangan umum, pertanian peternakan, perikanan, rumah tangga, pengelolaan sampah, penyedia jasa Pendaftaran Badan Hukum KARANGLEWAS/KUTASARI
2. BUM DESA DAYA MANDIRI MUNJUL MUNJUL Perdagangan umum, pertanian dan peternakan Dokumen Badan Hukum Terverifikasi MUNJUL/KUTASARI
  BUM DESA MUKTI RAHAYU SUMINGKIR SUMINGKIR Pasar Desa, Pertanian dan Peternakan, Sewa Sarana Prasarana Olahraga Dokumen Badan Hukum Terverifikasi SUMINGKIR/KUTASARI
  BUM DESA MANDIRI MERI MERI Peternakan Nama Terverifikasi MERI/KUTASARI
  BUM DESA ASRI WIJAYASARI KUTASARI KUTASARI Perikanan Nama Terverifikasi KUTASARI/KUTASARI
  BUM DESA SUMBER MAKMUR KARANGKLESEM KARANGKLESEM Peternakan Dokumen Badan Hukum Terverifikasi KARANGKLESEM/KUTASARI
  BUM DESA REJA MAKMUR KARANGREJA KARANGREJA Peternakan Perbaikan Dokumen Badan Hukum KARANGREJA/KUTASARI
  BUM DESA MANGUN REJA KARANGAREN KARANGAREN Perdagangan Sarana Pertanian Dokumen Badan Hukum Terverifikasi KARANGAREN/KUTASARI
  BUM DESA MAJU BERSAMA LIMBANGAN LIMBANGAN Pertanian, perikanan Dokumen Badan Hukum Terverifikasi LIMBANGAN/KUTASARI
  BUM DESA CENDANA SARI CENDANA CENDANA Perdagangan Barang dan Perdagangan Jasa Dokumen Badan Hukum Terverifikasi CENDANA/KUTASARI
  BUM DESA MBANGUN DESA CANDIWULAN CANDIWULAN Perdagangan Barang dan Perdagangan Jasa Dokumen Badan Hukum Terverifikasi CANDIWULAN/KUTASARI
  BUM DESA MAJU MAKMUR KARANGCEGAK KARANGCEGAK Jasa Kios, pertanian, peternakan Perbaikan Dokumen Badan Hukum KARANGCEGAK/KUTASARI
  BUM DESA CANDI MULYO CANDINATA CANDINATA Pertanian, Perdagangan, Peternakan, Simpan Pinjam, Jasa dan Sewa Pendaftaran Badan Hukum CANDINATA/KUTASARI
  BUM DESA RUKUN MAKMUR KARANGJENGKOL KARANGJENGKOL Perdagangan Dokumen Badan Hukum Terverifikasi KARANGJENGKOL/KUTASARI

 

 

  1. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP)

SAKIP adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan yang merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan.

SAKIP mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya peningkatan penyelenggaraan pemerintahan, yaitu sebagai alat untuk memperbaiki kebijakan serta mendorong instansi pemerintah untuk melakukan inovasi serta mendisain program dan kegiatan dalam pencapaian tujuan. Hasil pencapaian Nilai SAKIP Kecamatan Kutasari dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2024 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.10

Nilai SAKIP Kecamatan Kutasari Tahun 2022-2024

Komponen SAKIP Nilai
2022 2023 2024
Perencanaan Kinerja 22,20 21,60 19,50
Pengukuran Kinerja 17,70 17,10 18,60
Pelaporan Kinerja 2,10 9,75 10,50
Evaluasi Internal 13,75 15,50 16,25
Nilai Total 55,76 63,96 64,86

Sumber: Inspektorat Purbalingga